Link Partners

Header Ads

Budaya Lokal Pada Generasi Milenial Mulai Hilang

Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Generasi Millennial atau sering juga disebut Millennials saja, adalah sebuah istilah yang populer menggantikan istilah Generasi Y (GenY).

Namun, sejak perkembangan teknologi semuanya berubah. Orang - orang sudah beralih ke teknologi dalam memanfaatkan teknologi diberbagai sektor. Kehadiran teknologi juga membuat para generasi milenial menggunakan internet sebagai andalan mendapatkan informasi dengan memanfaatkan media sosial. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat termasuk generasi milenial.

Kata internet sudah tidak asing lagi di dengar oleh kalangan generasi penerus saat ini. Semua kalangan pasti membutuhkan internet untuk mencari informasi untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Hadirnya internet memudahkan seseorang dalam melakukan aktivitas seperti mencari resep makanan, cara menyikat gigi baik dan sebagainya. Internet juga dapat memperbaiki kehidupan sesorang menjadi lebih baik dari sebelumnya karena internet menyimpan berbagai macam informasi yang diinginkan. Banyak kelebihan yang dapat dirasakan dengan hadirnya internet. 

Disisi lain, internet juga dapat melahirkan kebiasaan baru serta menggesarkan kebiasaan lama, satu diantarnya penggunaan media sosial yang sering digunakan semua kalangan termasuk generasi penerus di kawasan perkotaan. Kebiasaan yang dilakukan generasi penerus seakan menjadikan media sosial sebagai aktivitas rutin setiap harinya. Dari kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus akan menciptakan sebuah budaya baru. Padahal kehadiran internet dapat memberikan peluang bagi generasi penerus untuk memperkenalkan kepada khalayak ramai budaya lokal yang masih bertahan sampai sekarang.

Selain itu, banyak juga budaya luar masuk secara bebas diberbagai daerah serta mengenalkan budaya mereka melalui internet untuk menggantikan budaya lokal sebelum mereka hadir di daerah kita. Berikut ini budaya kita yang sering diabaikan dalam sehari hari: 

  1. Cium Tangan Pada Orang Tua 
www.kompasiana.com 

Biasanya sih dibilang “salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?




     2.   Penggunaan tangan kanan 
www.aktual.com 

Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan. (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).








    3.  Senyum dan Sapa 
www.google.com

Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.









    4. Musyawarah 
www.lampungnesw.com

Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

    5.  Gotong Royong 

www.google.com


“Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, gak ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

Post a Comment

0 Comments